IHSG Diramal Bangkit Ditopang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 06:49 WIB
IHSG Diramal Bangkit Ditopang Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi Ilustrasi perdagangan saham. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diramalkan bangkit (rebound) pada pertengahan pekan ini, Rabu (5/2). Optimisme pelaku pasar terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi 2018 menjadi penopang utama kebangkitan pasar saham dalam negeri.

Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi stabil atau tak jauh dari angka 5 persen sesuai dengan target pemerintah. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, pemerintah mematok target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen.

"Pertumbuhan ekonomi disinyalir berada dalam kondisi stabil sehingga masih memperlihatkan bahwa kondisi fundamental perekonomian negara berada dalam kondisi yang cukup baik," papar William dalam risetnya.


Bila prediksi itu terealisasi, maka otomatis IHSG bakal melaju di zona hijau dalam beberapa waktu mendatang atau jangka menengah. Dengan demikian, investor lokal dan asing semakin yakin untuk berbelanja saham sehingga volume transaksi akan meningkat.


"Hari ini IHSG berpotensi menguat, rentang pergerakan (hari ini) 6.442-6.676," terang William.

Di sisi lain, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan justru melihat IHSG akan melemah secara teknikal. Hal ini juga seiring dengan antisipasi pelaku pasar terhadap rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data makro tersebut kepada publik hari ini, tepatnya pukul 11.00 WIB nanti.

"IHSG diprediksi melemah, support 6.429-6.455 dan resistance 6.531-6.581," ucap Dennies melalui risetnya.


Hal yang sama disampaikan Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah. Bila IHSG tak berhasil kembali ke level 6.500 hari ini, artinya indeks akan menetap di teritori negatif.

"Diperkirakan IHSG cenderung melanjutkan pelemahan jika tidak berhasil kembali di atas 6.500. IHSG akan bergerak pada support resistance 6.424-6.500," ungkap Lanjar dalam risetnya.

Sementara itu, IHSG pada Senin (4/2) lalu berakhir di level 6.481 atau terkoreksi 0,87 persen. Pelaku pasar asing tercatat jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp476,09 miliar.

Berbanding terbalik, pergerakan bursa saham Wall Street tampak lebih mujur pada perdagangan terakhirnya. Tercatat, Dow Jones naik 0,68 persen, S&P500 naik 0,47 persen, dan Nasdaq Composite naik 0,74 persen. (agi/agi)