"Dalam pembicaraan (dagang) mereka (mitra dagang) selalu dalam opening remarksnya (kata sambutan) memberikan apresiasi kepada Indonesia," kata Enggar di kantor Pusat Mayora Indah, Rabu (6/2).
Enggar melanjutkan pemerintah tetap membangun optimisme atas laju pertumbuhan ekonom meski beberapa lembaga internasional seperti IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meyakini dengan berbagai parameter yang ada, maka kami bisa mencapai apa yang sudah menjadi target yang sudah disampaikan oleh presiden dan juga dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Rusia untuk Indonesia He Lyudmila Vorobieva menyambut baik capaian pertumbuhan ekonomi. Sebagai mitra dagang Indonesia, Lyudmila mengungkapkan Rusia memiliki angka pertumbuhan ekonomi yang sedikit lebih rendah dari Indonesia.
"Pertumbuhan yang begitu yakin dan berkelanjutan bisa memberi kesempatan atau dasar untuk meningkatkan hubungan ekonomi ekspor impor," terangnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat pertumbuhan ekonomi sepanjang 2018 sebesar 5,17 persen. Capaian itu lebih tinggi dari capaian tahun lalu sebesar 5,07 persen, tetapi jauh di bawah target APBN yang dipatok 5,4 persen. (ulf/agi)