Investasi akan ditanamkan dalam bentuk pembangunan pabrik di Banten, Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Namun, Lembong enggan merinci identitas investor tersebut.
"Dalam beberapa bulan ini akan ada groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik-pabrik baru yang nilainya triliun dan puluhan triliun rupiah," tutur Thomas, Rabu (6/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Yang sudah terealisasi) lihat kan pengumuman dari Gojek. Masih menerima terus investasi dalam jumlah besar," terang Thomas.
Thomas mengatakan aliran modal asing untuk Gojek ini positif. Sebagai salah satu perusahaan rintisan (startup) yang tergolong unicorn, Gojek membutuhkan banyak dana untuk bersaing di kawasan regional dan global.
[Gambas:Video CNN]
"Jadi perusahaan di Indonesia harus secepat mungkin mencapai skala ekonomi, harus segera naik kelas menjadi pemain dunia karena ekonomi digital persaingannya sudah regional dan global," terang Thomas.
Secara keseluruhan, ia masih optimis nilai investasi di Indonesia pada tahun ini bisa lebih baik dari 2018 kemarin. BKPM menargetkan investasi pada 2019 naik 9,84 persen, lebih tinggi dari realisasi pertumbuhan tahun lalu yang hanya 4,1 persen.
Jumlah investasi pada 2018 naik menjadi Rp721,3 triliun dari posisi 2017 sebesar Rp692,8 triliun. Bila dirinci, investasi dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp324,8 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp392,7 triliun.