Sebagai informasi, masa kampanye Pemilu 2019 dan Pilpres 2019 dimulai sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019. Sementara untuk acara internasional, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games pada 18 Agustus-2 September 2018, Asian Para Games pada 6-13 Oktober 2018, hingga pertemuan tahunan IMF pada 12-14 Oktober 2018.
"Dampak IMF, Asian Games, Asian Para Games itu masuk ke jasa ekspor dan itu memang meningkat, khususnya pada ekonomi di kuartal IV 2018," ucap Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Rabu (6/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontribusi ketiga acara besar itu terbaca di ekspor jasa. Sedangkan kontribusi kampanye Pemilu 2019 tercermin pada pertumbuhan indikator konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT). Indikator itu tumbuh 9,08 persen sepanjang tahun lalu.
Kendati begitu memang secara porsi, sumbangan pertumbuhan dari acara internasional hingga Pemilu tidak sebesar indikator konsumsi rumah tangga yang masih menjadi tulang punggung perekonomian tanah air.
Tercatat, porsi pertumbuhan dari ekspor barang dan jasa sebesar 20,97 persen kepada perekonomian. Sementara LNPRT hanya menyumbang 1,22 persen. Sedangkan konsumsi rumah tangga mencapai 55,74 persen, meski laju pertumbuhannya hanya 5,05 persen pada 2018.
Sisanya, ekonomi disumbang oleh indikator Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi sebesar 32,29 persen dan konsumsi pemerintah 8,98 persen.