Tarif Kemahalan, Menteri Basuki Akan Kumpulkan Pengusaha Tol

CNN Indonesia | Senin, 11/02/2019 14:12 WIB
Tarif Kemahalan, Menteri Basuki Akan Kumpulkan Pengusaha Tol Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan akan berbicara dengan pengusaha tol soal keluhan tarif. (CNN Indonesia/Artho Viando).
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan tarif tol untuk logistik saat ini telah turun banyak dibanding sebelumnya. Menurutnya, tol yang tadinya memiliki lima golongan tarif kini telah dipangkas menjadi tiga saja.

Jawaban tersebut ia sampaikan sebagai tanggapan atas keluhan para pengusaha logistik soal mahalnya tarif tol. 
"Sebenarnya untuk logistik itu dengan integrasi sudah turun banyak. Yang tadinya golongan I, II, III, IV dan V. Sekarang hanya tiga golongan," imbuh Basuki saat ditemui dalam acara PUPR 4.0 Expo, Senin (11/2).

Namun, Basuki menyadari keberatan masyarakat atas tarif Tol Trans Jawa. Menyikapi keberatan tersebut, Basuki menyatakan ingin berdiskusi lebih lanjut dengan beberapa Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) agar masalah tersebut bisa diatasi.


"Ada informasi itu. Tapi saya coba untuk diskusikan karena ini banyak sekali BUJT nya. Ada Jasa Marga, Astra, Waskita, Sumber Mitra Jaya. Saya kumpulkan dulu nanti kami diskusikan," tutur dia.


Selain tarif tol yang masih dinilai mahal, Basuki juga menanggapi kebiasaan supir truk yang masih lebih suka memilih jalur Pantura dibanding Tol Trans Jawa. Kesukaan tersebut terjadi karena fasilitas yang ada di jalur Pantura harganya lebih terjangkau dibanding Tol Trans Jawa.

"Saya kemarin baca di koran ada beberapa yg membuat bapak supir truk tetap cinta pada jalur Pantura. Kalau di Pantura mereka bisa bisa ke warung dengan harga Rp10 ribu, tapi kalau yang di rest area jauh lebih mahal. Itu juga harus kami perhatikan," katanya.

Pengusaha Logistik yang tergabung dalam Asosiasi Logistik (ALI) mengeluhkan tarif Tol Trans Jawa. Menurut mereka, tarif Tol Trans Jawa terlalu mahal.

Tarif tersebut membuat truk yang membawa barang logistik lebih memilih lewat Jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) ketimbang tol. "Penghematan waktu tidak bisa menutupi tambahan biaya kalau lewat tol," ungkap Ketua ALI Zaldy Ilham Masita.

[Gambas:Video CNN]

Ia mencontohkan biaya yang harus dikeluarkan untuk kendaraan jenis truk mencapai Rp1,3 juta untuk melewati Tol Trans Jawa. Angka itu diklaim membebani bagi pengusaha logistik.

"Tol Cipali saja yang jauh lebih murah sudah bertahun-tahun tidak laku oleh angkutan logistik," terang Zaldy.

Ia menyayangkan bila pada akhirnya pengguna jalan di Indonesia lebih memilih jalur di luar tol karena tarif yang dibebankan kepada masyarakat terlalu tinggi. Padahal, nilai investasi untuk membangun Tol Trans Jawa tidak murah.

Atas keluhan tersebut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang PS Brodjonegoro mengusulkan adanya pemberlakuan tarif khusus angkutan logistik di jalan tol. Perhitungan tarif tersebut akan menjadi pembahasan antara pengelola jalan tol dengan pelaku usaha logistik.

[Gambas:Video CNN]

Sebagai informasi, tarif enam ruas baru Tol Trans Jawa resmi diberlakukan Senin (21/1) pukul 00.00 WIB. Besaran tarif terjauh enam ruas tol baru untuk kendaraan golongan I sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tanggal 14 Januari 2019 untuk ruas Ngawi-Kertosono sebesar Rp88 ribu.

Untuk Ruas Gempol-Pasuruan besaran tarif mencapai Rp36 ribu, Ruas Relokasi Porong - Gempol pada Tol Surabaya-Gempol Seksi Kejapanan - Porong sebesar Rp3.000, - Seksi Porong - Kejapanan Rp 6.000. Untuk Ruas Pemalang-Batang Rp39 ribu.

Untuk Batang-Semarang tarif yang dikenakan sebesar Rp75 ribu dan untuk Semarang - Solo tarif yang dikenakan sebesar Rp65 ribu. Tarif yang diberlakukan sudah sesuai ketentuan rasionalisasi tarif yaitu pertama, untuk ruas yang baru operasi tarif tol awal golongan I maksimal Rp1.000/km. Kedua, besaran tarif kendaraan golongan II dan III adalah 1,5 kali dari golongan I dan untuk golongan IV dan V adalah 2 kali dari golongan I.

(rim/agt)