Harga Tiket Mahal, Jumlah Penerbangan di Kualanamu Anjlok

CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 23:55 WIB
Harga Tiket Mahal, Jumlah Penerbangan di Kualanamu Anjlok Bandara Kualanamu. (CNN Indonesia/Dinda Audriene Muthmainah).
Medan, CNN Indonesia -- Jumlah penerbangan pesawat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara turun drastis pascakenaikan harga tiket pesawat udara yang mulai terjadi sejak awal 2019. Meski sempat diturunkan, namun nominalnya tetap tidak kembali seperti tahun sebelumnya.

Berdasarkan data PT Angkasa Pura II (Persero) selaku pengelola, jumlah penerbangan di Bandara Kualanamu menurun sekitar 23,6 persen dari 7.336 penerbangan pada Januari 2018 menjadi 5.602 penerbangan pada Januari 2019.

Penurunan frekuensi penerbangan dipicu oleh anjloknya jumlah penumpang. Selama Januari 2019, jumlah penumpang hanya tercatat 763.894 orang. Padahal jumlah penumpang mencapai 963.894 orang selama Januari 2018.



Tak hanya itu, tercatat pula sebanyak 1.904 pembatalan penerbangan selama Januari 2019. Padahal jumlah pembatalan penerbangan pada Januari 2018 hanya 314 kali.

Eksekutif General Manager PT Angkasa Pura II Bandara Kualanamu Bayuh Iswantoro mengatakan kenaikan harga tiket menjadi pemicu penurunan jumlah penumpang. Harga tiket yang menjulang diperkirakan terjadi karena biaya operasional yang terus membengkak, salah satunya komponen harga avtur.

"Memang terjadi penurunan jumlah trefik dan jumlah penumpang yang secara persentase hampir double digit, 19 sampai 20 persen penumpang dan trefik 23 persen. Itu perbandingan bulan per bulan, Januari tahun ini ke Januari 2018," kata Bayuh, Selasa (12/2/2019).


Tren penurunan penumpang dan jumlah penerbangan masih berlanjut hingga Februari 2019. Sejak awal Februari 2019 tercatat 1.849 penerbangan di Bandara Kualanamu. Setiap hari, jumlah penerbangan menurun sekitar 10,3 persen - 32,3 persen.

Sementara itu, jumlah penumpang baru mencapai 247.963, dengan kisaran penurunan antara 2,1 persen - 33,6 persen. Tren penurunan ini juga terjadi di bandara-bandara lainnya.

"Penurunan jumlah penumpang dan penerbangan itu umumnya terjadi pada rute domestik. Internasional ada sedikit kenaikan jumlah trefik maupun penumpang," jelas Bayuh.


Kapal Laut Tertimpa 'Durian Runtuh'

Harga tiket pesawat tujuan domestik yang tinggi juga membuat para calon penumpang memilih alternatif lain dengan memanfaatkan angkutan laut untuk bepergian. Akibatnya, penumpang kapal laut membludak. Di Pelabuhan Belawan peningkatannya mencapai 100 persen.

Kepala Cabang PT Pelni Medan Firdaus mengakui terjadi lonjakan penumpang yang menggunakan jasa Kapal Motor (KM) Kelud. Kapal dengan rute ke Jakarta dan Batam ini pada hari biasa hanya mengangkut 1.000 penumpang. Namun kini jumlahnya mencapai 2.000 penumpang.

"Peningkatan terjadi mulai pertengahan Januari. Ini faktor banyak penumpang pesawat yang memilih kapal," ungkapnya.


Meski mengalami peningkatan, pihak Pelni tidak menaikkan harga tiket. Untuk kelas ekonomi dengan tujuan Kota Batam dibanderol Rp230 ribu. Kemudian untuk ke Jakarta, tiket dibanderol Rp422 ribu.

"Harga tiket tidak ada kita naikkan, tarifnya tetap seperti biasa," tuturnya. (fnr/lav)