"Coba saja beli beras di Jepang, harganya dua kali lipat dari Indonesia," ucap Darmin di kantornya, Jumat (15/2).
Meski begitu, Darmin menjelaskan tudingan soal harga komoditas pangan itu tak bisa dibandingkan dengan negara lain secara langsung begitu saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kutukan Raja Sawit di Era SBY hingga Jokowi |
Menurut dia, tudingan itu harus dicermati lebih dalam. Misalnya, merujuk pada harga ritel atau grosir pada masing-masing negara lalu dibandingkan dengan negara lain atau perbandingan atas harga jual masing-masing negara di pasar internasional.
"Kalau di perdagangan internasional, memang harga di Thailand itu murah. Tapi harga kalau di ritel, siapa bilang (Indonesia) termahal?" katanya.
Lihat juga:Janji Surga Pertumbuhan 7 Persen ala Jokowi |
Selanjutnya, bila dibandingkan dengan Malaysia, rata-rata harga beras di Negeri Jiran sekitar Rp13.720 per kg, daging ayam Rp43.042 per kg, dan daging sapi Rp94.703 per kg. Sementara di Thailand, rata-rata harga beras sekitar Rp17.032 per kg, daging ayam Rp39.965 per kg, dan daging sapi Rp155.481 per kg.
Selanjutnya di Jepang, rata-rata harga beras sebesar Rp59.774 per kg, daging ayam Rp99.076 per kg, dan daging sapi Rp267.271 per kg. Sedangkan di AS, rata-rata harga beras sekitar Rp54.988 per kg, daging ayam Rp120.176 per kg, dan daging sapi Rp162.020 per kg.
Sebelumnya, Prabowo menuding harga beras, daging ayam, dan daging sapi di Tanah Air merupakan yang termahal di dunia. Hal ini karena ada kebocoran distribusi di dalam negeri.