Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.119 per dolar AS, atau melemah dibanding kemarin yakni Rp14.106 per dolar AS.
Bersama rupiah, sebagian mata uang Asia juga terlihat menguat terhadap dolar AS. Peso Filipina menguat 0,15 persen terhadap dolar AS, ringgit Malaysia 0,07 persen, yuan China 0,04 persen, dan baht Thailand menguat 0,03 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, mata uang negara-negara maju terlihat bervariasi. Euro dan poundsterling Inggris masing-masing menguat 0,05 persen dan 0,01 persen. Sedangkan dolar Australia malah melemah 0,21 persen terhadap dolar AS.
Sentimen negatif berasal dari prediksi Fitch Ratings yang memangkas pertumbuhan ekonomi zona Eropa dari 1,8 persen ke 1 persen di tahun ini. Kemudian, kelanjutan negosiasi perang dagang juga masih akan berlanjut di Washington DC di akhir Februari hingga awal Maret mendatang, sehingga pelaku pasar juga bersikap wait and see.
Maka dari itu, tak heran jika rupiah pada pagi hari ini bergerak melemah. Namun kemudian, rupiah perlahan bergerak menguat lagi seiring kelanjutan keluarnya Inggris dari Uni Eropa, atau kerap disebut Brexit.
Rencananya, Perdana Menteri Theresa May mengadakan pertemuan di Brussels untuk merevisi proposal Brexit yang sebelumnya ditolak parlemen Inggris.
"Jadi memang di awal rupiah melemah, namun kemudian itu ditopang oleh faktor Brexit. Itu sebabnya penguatan rupiah hari ini cenderung terbatas," ujar Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Selasa (19/2). (glh/agi)