Juru Bicara sekaligus Anggota Komisioner KPPU Guntur Saragih menjelaskan dugaan monopoli ini akhirnya diteliti karena perkembangan isu sudah sangat meluas ke publik. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya bahkan sudah menyatakan ada monopoli oleh Pertamina.
"Faktanya struktur pasar (penjualan Avtur) monopoli, tapi kami cek lagi karena tidak bisa hanya informasi dari presiden. Ada serangkaian prosedur yang perlu dilakukan agar sampai ke indikasi benar terjadi praktik monopoli," tutur Guntur di kantornya, Rabu (20/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pertamina Akui Monopoli Penjualan Avtur |
Kendati begitu, Guntur belum bisa memastikan kapan pihak-pihak terkait dugaan monopoli ini bakal diajak berkomunikasi. Pasalnya, di sisi lain, KPPU masih membuka pintu bila ada pihak-pihak yang mau memberikan laporan resmi terkait dugaan monopoli Pertamina.
Presiden Jokowi pun sempat meminta Pertamina untuk menurunkan harga Avtur karena keluhan-keluhan ini. Tak selang beberapa lama, perusahaan raksasa nasional itu pun langsung menurunkan harga Avtur sebesar Rp250 per liter dari Rp8.210 per liter menjadi Rp7.960 per liter.
Lihat juga:Pertamina Turunkan Harga Avtur |
Sementara Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan saat ini perusahaannya memang menjadi satu-satunya penjual avtur di dalam negeri. Tapi, ia tak tahu kenapa hanya Pertamina yang menjual avtur. Pasalnya, secara aturan tidak ada satu larangan pun bagi pihak selain Pertamina untuk ikut bisnis avtur di dalam negeri.
Nicke juga mengatakan Pertamina menjalankan bisnis avtur sesuai dengan aturan yang ditetapkan, termasuk dalam membangun depot pengisian pesawat udara sendiri di bandara. Saat ini Pertamina membangun dan memiliki 67 depot pengisian pesawat udara di seluruh Indonesia dengan standar keamanan yang baik.
"Saat ini memang hanya Pertamina yang siap, karena kami yang membangun," jelasnya. (uli/agi)