"Penurunan tarif BBM premium itu bukan alat politis atau pencitraan sana sini," tegas Luhut di kantornya, Rabu (20/2).
Luhut menjelaskan pemerintah mengambil kebijakan tersebut dengan pertimbangan penurunan harga minyak mentah dunia. Melansir Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun menjadi US$66,14 per barel pada Rabu (20/2) dari hari sebelumnya US$66,83 per barel. Harga ini menurun drastis dibandingkan tahun lalu yang mencapai US$85 per barel pada Oktober 2018.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kenapa kami tidak bisa turunkan harga ini dan itu memang benar (penurunan harga)," imbuhnya.
PT Pertamina menurunkan harga premium untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) sebesar Rp100 per liter pada 10 Februari 2019. Harga premium di wilayah tersebut dijual sebesar Rp6.450 per liter dari sebelumnya Rp6.550 per liter.
Lihat juga:Harga Pertamax Turun Jadi Rp9.850 Per Liter |
Luhut juga menilai keputusan ini merupakan langkah tepat untuk membangun persaingan yang sehat.
"Saya kira bagus supaya bersaing tidak hanya dengan satu suara saja," tukas Luhut. (ulf/agi)