Data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI menunjukkan nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.465 per dolar AS pada awal tahun ini. Rupiah terus menguat ke kisaran Rp14.000-14.100 per dolar AS sampai hari ini.
Bahkan, rupiah sempat menginjak kisaran Rp13.900 per dolar AS pada pertengahan bulan ini. "Nilai tukar rupiah terus bergerak sesuai dengan mekanisme pasar, tapi rupiah masih undervalue, karena ada potensi penguatan rupiah yang terbuka," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo di Kompleks Gedung BI, Kamis (21/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tercatat, capital inflow mencapai US$12,5 miliar pada periode tersebut. Meski secara keseluruhan, capital inflow sepanjang 2018 hanya sekitar US$9,3 miliar. Namun, tren masuknya aliran modal asing terus berlangsung sampai saat ini.
Lebih lanjut, tren positif capital inflow terjadi karena normalisasi kebijakan moneter bank sentral AS, The Federal Reserve diperkirakan tidak seagresif tahun lalu. Sepanjang 2018, The Fed mengerek bunga acuan sebanyak empat kali.
Sementara pada tahun ini, proyeksi kenaikan tingkat suku bunga acuan The Fed terus menurun dari tiga kali menjadi hanya satu kali. Hal ini memungkinkan aliran modal asing yang pulang kampung ke Negeri Paman Sam pada tahun lalu, bisa kembali ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Kendati begitu, Perry enggan mengungkap berapa nilai fundamental rupiah seharusnya dengan positifnya aliran modal. Di sisi lain, ia juga enggan memberi sikap apakah bank sentral nasional akan kembali melakukan intervensi agar kurs rupiah bisa lebih kuat lagi.
Lihat juga:Bunga BI Tetap, IHSG Bertahan di Zona Hijau |