SKK Migas mencatat temuan tersebut merupakan yang terbesar keempat di dunia selama periode 2018-2019. Temuan di Sakakemang diungguli oleh sumur Calypso 1 di Siprus, Obskaya Severnaya 1 di Rusia, dan 1-STAT-010A-SPS di Brazil.
Untuk Indonesia sendiri, penemuan ini merupakan yang paling signifikan selama 18 tahun ini. Sebelumnya, cadangan gas ditemukan di Sumur Kaliberau Dalam 2X (KBD2X) pada kedalaman 2.430 meter pada awal Februari 2019 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keekonomian, pengembangan Blok Sakakemang cukup bagus karena hanya berjarak 60 kilometer (km) dari pipa Blok Corridor yang telah berproduksi. Dengan infrastruktur tersebut, gas yang dihasilkan bisa disalurkan langsung ke Jawa dan Singapura.
"Kami akan mencoba untuk mempercepat produksi, semoga bisa dalam lima tahun," ujarnya.
Di tempat yang sama, Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar menyambut temuan tersebut. Dengan diberikannya hak pengelolaan Blok Migas South Sakakemang bulan ini, Arcandra berharap Repsol bisa menemukan cadangan yang lebih besar lagi.
"Semoga nanti di sekitar area ini juga bisa ditemukan cadangan-cadangan baru termasuk di wilayah kerja baru yang diambil Repsol South Sakakemang yang lokasinya berdekatan dengan WK Sakakemang," ujarnya.