Menurut Luhut, infrastruktur pariwisata dan akomodasi yang memadai diperlukan dalam waktu dekat, terlebih dengan adanya perhelatan balap motor Moto GP akan berlangsung di Mandalika pada 2021 mendatang.
Sebelumnya, perjanjian kerja sama investasi sudah ditandatangani sejak 1 Agustus 2018 lalu. Hanya saja, belum ada tindak lanjut dari perjanjian kerja sama tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah diteken perjanjian sebelumnya dengan Qatar, tapi belum ada sampai sekarang (kelanjutannya) jadi ya kami akan kejar terus komitmen mereka," tutur Luhut di kantornya, Jumat (22/2).
"(Perhelatan Moto GP) juga bagus karena pariwisata akan naik, tapi investasi Mandalika juga akan kami kejar. Jadi jangan pesimis, harus optimistis," imbuh dia.
KEK Mandalika merupakan satu dari 12 KEK yang sudah ditetapkan pemerintah. KEK dengan luas 1.175 hektare ini ditetapkan pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014 dan dikelola oleh PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).
Kemarin, Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer mengatakan pihaknya telah menandatangani Promoter's Agreement dengan Dorna Sport SL untuk menjadi tuan rumah balap MotoGP di 2021.
"Bukan sirkuit tertutup yang akan kami bangun, tapi Street Race Circuit seperti di Singapura dan Monaco. Indonesia menjadi venue ke-21, rangkaian balap MotoGP dalam setahun, dan satu-satunya yang berkonsep Street Race Circuit. Sebelumnya, kami berkompetisi dengan calon penyelenggara dari Brasil," kata Abdulbar kepada CNNIndonesia.com pada Rabu (20/2). (glh/lav)