Proyek MRT Fase I Diklaim Serap 10 Ribu Tenaga Kerja

CNN Indonesia | Selasa, 26/02/2019 09:52 WIB
Proyek MRT Fase I Diklaim Serap 10 Ribu Tenaga Kerja Ilustrasi MRT. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyatakan pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Fase I Jakarta dengan rute Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Lebak Bulus telah menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang. Berdasarkan data yang dimilikinya, proyek tersebut telah mampu menyerap 10 ribu pekerja.

Namun, sekarang ini karena pembangunan yang hampir selesai jumlah penyerapannya semakin berkurang. 
"Sudah ada 10 ribuan tenaga kerja yang terlibat walaupun sekarang makin selesai makin sedikit yang digunakan," jelas Hanif saat meninjau pengoperasian MRT, Senin (25/2).

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar menyatakan untuk jumlah tenaga kerja MRT saat ini berkisar 550. Jumlah itu terbagi dari 350 pekerja yang berada di lapangan mengoperasikan kereta dan 200 pekerja yang berada di kantor pusat.


Jumlah tersebut belum termasuk tenaga keamanan dan petugas kebersihan. 
"Untuk tenaga keamanan dan petugas kebersihan kira-kira 1200 orang," tambah Willy dalam kesempatan yang sama.


Willy juga menerangkan bahwa seluruh karyawan MRT yang bekerja saat ini merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Namun, ada beberapa Warga Negara Asing (WNA) yang merupakan konsultan asal Jepang.

"Konsultan itu yang mendampingi saja," terang Willy.

Untuk penyerapan tenaga kerja baru, Hanif memperkirakan saat MRT aktif beroperasi jumlah tenaga kerja yang bisa diserap sebanyak 500 orang karyawan dan 1.100 orang pegawai yang bekerja sebagai petugas keamanan maupun kebersihan.

Hanif juga menyampaikan dengan adanya MRT ini diharapkan efeknya bisa menyebar ke sektor ekonomi lain. Misalnya, tempat makan di sekitar MRT bisa hidup dan membuka lapangan pekerjaan baru.


"Akan muncul kantong-kantong ekonomi baru, warung makin ramai," tandas Hanif.

Untuk diketahui, MRT Fase I menjangkau rute Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Lebak Bulus. Pada jalur ini, MRT melintasi lima stasiun pemberhentian yakni Stasiun Dukuh Atas, Stasiun Setiabudi, Stasiun Bendungan Hilir, Stasiun Istora Senayan, dan berakhir di Stasiun Lebak Bulus.

Satu rangkaian kereta terdiri dari enam gerbong kereta, sehingga tiap rangkaian mampu menampung 1.950 penumpang. MRT nantinya juga akan beroperasi mulai dari jam 5 pagi sampai jam 12 malam dan kereta akan selalu ada setiap 5 menit sekali.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya telah mengatakan besaran tarif MRT akan diumumkan dua minggu sebelum operasional. Transportasi massa ini ditargetkan beroperasi pada akhir Maret 2019.

Budi telah mengungkapkan bahwa Pemda DKI Jakarta mengusulkan besaran tarif yaitu Rp8.500-Rp10.500 per 10 kilometer. Namun demikian, pembahasan soal tarif belum selesai. Sebab, Pemda DKI Jakarta masih mempertimbangkan besaran subsidi tarif MRT. 

(rim/agt)