Direktur Konstruksi MRT Jakarta Silvy Halim menjelaskan stasiun itu nantinya berada di Lebak Bulus, Fatmawati, Haji Nawi, Blok M, dan ASEAN. Luasan masing-masing lahan berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi di stasiun.
"Kalau untuk jarak titik naik dan turun ojek online rata-rata 150 meter dari pintu masuk stasiun," papar Silvy, Kamis (28/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami kerja sama dengan operator untuk menetapkan lokasi drop off, lalu mereka menunggu juga seperti apa. Ini demi ketertiban," terang Silvy.
"Pembangunan halte nanti pada kuartal III 2019," terang Silvy.
Untuk diketahui, manajemen MRT Jakarta menargetkan operasional komersial bisa dilakukan pada akhir Maret 2019 mendatang. Namun, hingga detik ini belum juga ditentukan kapan tepatnya operasi komersial tersebut. MRT masih menunggu izin operasional dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga belum menentukan besaran subsidi tiket yang akan diberikan untuk penumpang MRT. Padahal, pihak MRT Jakarta beberapa waktu lalu sudah mengusulkan harga tiket setelah disubsidi berada dalam rentang Rp8 ribu-Rp10 ribu.
[Gambas:Video CNN]
(aud/agt)