Total kerugian 12 BUMN tersebut mencapai Rp5,2 triliun. "Harusnya tahun kemarin sih iya (di bawah 12)," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno usai menghadiri Rapat Koordinasi BUMN di JCC, Kamis (28/2).
Rini mengungkapkan perkiraan tersebut dibuatnya dengan mempertimbangkan perbaikan kinerja keuangan yang dicapai sejumlah BUMN. Salah satunya PT Garuda Indonesia (Persero).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Garuda sudah tidak merugi, tapi ada yang merugi, ada lagi beberapa BUMN yang merugi," ujarnya.
Sementara itu, BUMN yang sudah tak menjalankan kegiatan usaha dan otomatis masih merugi diantaranya; PT Leces (Persero) dan PT Iglas (Persero).
[Gambas:Video CNN]
"BUMN-BUMN itu mau diapa-apain juga pasti enggak bisa karena sudah tidak beroperasi," ujarnya.
Selain itu, PT Krakatau Steel Tbk dan PT Merpati Nusantara juga belum bisa mencetak untung. Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro mengungkapkan Merpati saat ini masih memiliki dua lini bisnis yang ingin dibesarkan yaitu Merpati Maintenance Facility (MMC) dan Merpati Training Center (MTC).
Namun, Imam pesimistis Merpati bisa terbang lagi."Menurut Anda bagaimana? Kami sudah tidak punya pesawat," ujarnya.