Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT Bukit Asam Arviyan Arifin menuturkan perseroan telah memeroleh Proper Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Proper tahun lalu itu merupakan penghargaan yang diterima perseroan sebanyak enam kali berturut-turut.
Arviyan juga menuturkan peringatan 100 tahun penambangan batu bara di Tanjung Enim, yang menunjukkan penambangan sudah ada sejak 1919 yakni di masa penjajahan Belanda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Mencicipi Kopi Halmahera Binaan Antam |
Ketiga purnakarya ini bersepeda menuju Tanjung Enim atas inisiasinya dan merupakan hadiah dalam perayaan HUT PTBA.
RKB ini akan membantu para mitra binaan PTBA untuk memasarkan hasil kerajinannya serta sebagai wadah untuk melakukan pembinaan.
Rangkaian peringatan hari ulang tahun itu ditutup dengan penampilan Tari Nyambut siswa SD hingga SMA di Muara Enim. Sebanya 1.204 penari menarikan Tari Nyambut yang merupakan tarian khas Lawang Kidul, dengan menggunakan kostum Batik Kujur. (asa)