JK menilai penandatanganan kerja sama tersebut merupakan tonggak baru bagi ndonesia-Australia. "Dengan kesepakatan ini, saya meminta investor Australia untuk berinvestasi dan bekerja sama dengan partner dan pemerintah Indonesia untuk membangun fasilitas dan layanan kesehatan," kata JK di Hotel JS Luwansa, Senin (4/3).
JK mengatakan investasi di bidang kesehatan di Indonesia bisa memberikan keuntungan besar. Maklum, saat ini Indonesia telah memiliki sistem asuransi yang melayani seluruh penduduk berbentuk Program Indonesia Sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK menyatakan Indonesia ingin bermitra dengan Australia di bidang pendidikan karena pemerintah mempunyai agenda besar dalam beberapa waktu ke depan; peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
JK menilai bahwa perjanjian IA-CEPA berbeda dengan kerja sama bilateral lainnya. Sebab, IA-CEPA dibangun berdasarkan tujuan strategis yang jelas yaitu untuk tumbuh bersama sebagai negara tetangga.
Kerja sama ini tidak hanya mencakup bidang ekonomi, namun lebih komprehensif bidang keamanan, lingkungan, ekonomi, pendidikan, isu-isu transnasional, dan Sumber Daya Manusia (SDM)
"Perjanjian ini tidak dan seharusnya tidak hanya tentang perdagangan barang, tetapi harus melampaui itu (perdagangan barang). Kedua negara akan membangun kemitraan yang menggabungkan layanan dan investasi di bidang-bidang yang menarik bagi Indonesia, misalnya layanan kesehatan dan pendidikan dan pelatihan," tuturnya.