Kelebihan Pasokan, RI Cari Pembeli 40 Kargo Gas

CNN Indonesia | Selasa, 05/03/2019 13:23 WIB
Kelebihan Pasokan, RI Cari Pembeli 40 Kargo Gas Pemerintah tengah mencari pembeli 40 kargo gas, karena permintaan di dalam negeri yang rendah mengakibatkan kelebihan pasokan LNG. (CNN Indonesia/Safyra Primadhyta).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Indonesia tengah mencari pembeli LNG. Pasalnya, permintaan LNG di dalam negeri tidak mampu menyerap produksi yang dihasilkan, sehingga pasokannya berlebih.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengaku saat ini terdapat 40 kargo LNG yang belum terjual hingga 2025 mendatang.

"Masih banyak pasokan LNG yang mesti kita jual," ujarnya saat menghadiri Indonesia-US-Japan LNG Workshop di Hotel Pullman Thamrin, Selasa (5/3).

Ia mengungkapkan kelebihan pasokan tersebut di antaranya berasal dari LNG Tangguh dan LNG Bontang. Selama ini, LNG dijual ke pasar-pasar tradisional. Lima di antaranya Jepang, Amerika Serikat (AS), China, Korea dan Singapura.


Untuk melihat potensi penjualan dan pengembangan LNG ke depan, pemerintah akan menggelar lokakarya LNG bersama Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang dan Kedubes AS.

"Forum ini sangat berguna untuk melihat potensi LNG di Indonesia, apakah masih ada kelebihan kapasitas untuk diekspor," imbuh Djoko.

Dalam acara tersebut, Wakil Duta Besar AS Heather Variava mengungkapkan konferensi ini bermanfaat bagi ketiga negara untuk mengembangkan pasar LNG. Selain berbagi pengalaman dan teknologi, AS juga memiliki pasokan LNG yang bisa dipasarkan ke Indonesia di masa mendatang.

"Kami melihat kesempatan untuk ketiga negara di sektor ini (LNG) dalam memenuhi peningkatan permintaan di Asia Pasifik," kata Variava.


Sementara, Wakil Duta Besar Jepang Keichii Ono menuturkan dengan kapasitas ekspor LNG mencapai 30 miliar kaki kubik, AS dapat berkontribusi untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia.

"Saya yakin kami akan menemukan kesempatan untuk kerja sama trilateral yang memanfaatkan keahlian dari masing-masing negara pada area ini melalui diskusi hari ini," terang Ono.

Indonesia masuk ke kelompok lima besar importir gas terbesar untuk Jepang. Di era 70-an, Indonesia juga berkontribusi dalam membantu Jepang mengatasi krisis minyak.

Tidak lama lagi, Indonesia juga akan menghadapi tantangan sebagai net importir LNG. Untuk itu, Jepang yang selama ini telah menjadi importir LNG terbesar di dunia siap membantu Indonesia untuk menghadapi tantangan tersebut.


Hal itu dilakukan melalui program pelatihan untuk pengembangan kapasitas maupun bantuan dalam merancang peraturan. "Jepang berkomitmen untuk bekerja bersama Indonesia untuk menangani tantangan baru ini," tandasnya.


(sfr/bir)