Sementara itu, berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), rupiah berada di posisi Rp14.146 per dolar AS, menguat dibanding posisi kemarin Rp14.149 per dolar AS.
Bersama dengan rupiah, baht Thailand menguat 0,22 persen, rupe India 0,48 persen, yuan China naik 0,08 persen.
Sementara sebagian mata uang Asia bergerak melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,19 persen, dolar Hong Kong 0,01 persen, dolar Singapura 0,01 persen, malaysia Ringgit 0,02 persen, won Korea 0,02 persen, dan peso Filipina melemah hingga 0,77 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis sekaligus Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim menjelaskan pergerakan rupiah hari ini turut diwarnai oleh sentimen sinyal 'perdamaian' dagang antara AS dan China.
Sentimen terhadap rupiah, menurut dia, juga datang dari perkiraan terhadap ekonomi China yang kian lemah di tahun ini. Pada hari ini, pemerintah China memangkas target pertumbuhan ekonomi tahun ini ke kisaran 6-6,5 persen dari sebelumnya 6,5 persen.
"Jika yang terealisasi nanti adalah target pertumbuhan ekonomi di batas bawah 6 persen, maka itu akan menjadi pertumbuhan ekonomi terlemah dalam 3 dekade," terang dia.
Kendati demikian, Ibrahim memperkirakan rupiah besok akan bergarak di rentang Rp14.080 per dolar AS hingga Rp14.200 per dolar AS. (agi/agi)