Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan negara telah hadir untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dengan memberikan porsi fokus pembangunan yang lebih besar melalui program satu juta rumah rakyat.
"Apa yang sudah dilakukan Presiden Joko Widodo telah sesuai dengan para pendiri bangsa. Seperti yang dikatakan oleh Bung Hatta orang akan merasa hidupnya berbahagia salah satunya jika ada rumah tempat kediamannya yang memberikan cahaya hidup," ujarnya dalam Rembuk Nasional Mengukur Perlunya Kementerian Perumahan Rakyat Kabinet 2019-2024, Selasa (5/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan begitu masih banyak yang harus terus diupayakan untuk bisa memberikan tempat tinggal yang layak guna menciptakan warga yang bahagia," ucapnya.
Selain fokus pada pemerataan, pemerintah juga terus memperbanyak strategi untuk menyediakan hunian bagi MBR, baik dari sisi penyediaan lahan, pembiayaan, perbaikan aturan, hingga menguatkan komitmen dengan pemerintahan daerah.
"Pemerintah terus berupaya menyediakan hunian bagi MBR. Bahkan pemerintah sudah memiliki program rumah bagi MBR dengan DP [down payment] sebesar satu persen, yang tentunya akan sangat meringankan dan membantu mewujudkan untuk memiliki rumah," jelas Arif.
Ke depannya, sambung Arif, Presiden Jowo Widodo akan terus memperluas akses perumahan dan bedah rumah bagi 5 juta MBR, buruh, ASN, prajurit TNI dan anggota Polri.
Selain itu, Presiden juga akan mengembangkan infrastruktur perumahan, transportasi massal, sentra-sentra ekonomi yang terintegrasi, serta memastikan ketersediaan infrastruktur air bersih, tenaga listrik dan pengelolaan limbah/sampah.
"Sehingga apa yang telah diupayakan pada saat ini ada baiknya untuk tetap diteruskan," tutup Arif.