Rupiah tidak sendiri. Pagi hari ini, sebagian besar mata uang Asia masih menunjukkan pelemahan.
Peso Filipina melemah 0,17 persen, ringgit Malaysia melemah 0,16 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,10 persen. Di sisi lain, dolar Singapura juga melemah 0,05 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, mata uang negara maju bergerak melemah terhadap dolar AS. Dolar Australia dan poundsterling Inggris mencatat pelemahan masing-masing 0,32 persen dan 0,22 persen.
Penyebabnya disinyalir serupa dengan kemarin; kecemasan pelaku pasar akan perlambatan ekonomi global.
Kemarin, pemerintah China memangkas target pertumbuhan ekonomi 2019 menjadi di kisaran 6 persen hingga 6,5 persen. Adapun sebelumnya, target pertumbuhan ekonomi 2019 dipatok di kisaran 6,5 persen.
[Gambas:Video CNN]
Ibrahim mengatakan pemangkasan tersebut berpengaruh terhadap rupiah. Maklum, aktivitas ekonomi China erat kaitannya dengan Indonesia. China merupakan salah satu pasar ekspor terbesar RI.
"Jika yang terealisasi nantinya adalah target pertumbuhan ekonomi di batas bawah yakni 6 persen, maka itu akan menjadi pertumbuhan ekonomi terlemah dalam tiga dekade," jelas Ibrahim kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/3) pagi.
Ibrahim memperkirakan, pada perdagangan Rabu rupiah akan diperdagangkan di kisaran Rp14.080- Rp14.800 per dolar AS.
(glh/agt)