"Negosiasi belum selesai, tapi mungkin disimpulkan saat kunjungan Presiden Xi Jinping," kata Wakil Menteri Pelayanan Pengembangan Ekonomi Italia Michele Geraci seperti dikutip dari Reuters, Rabu (6/3).
Keinginan Italia tersebut memancing reaksi dari Amerika Serikat. Mereka memandang keikutsertaan tersebut secara ekonomi tidak akan membantu ekonomi Italia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program pengembangan Jalur Sutera modern digagas oleh Presiden Xi Jinping. Program ini diumumkannya saat kunjungan kenegaraannya ke Indonesia dan Kazakhstan pada 2013 lalu.
Selain itu, program tersebut juga dijalankan untuk mempermudah pertukaran ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan pendidikan. Untuk mewujudkan ambisinya tersebut China siap menggelontorkan dana US$124 miliar atau sekitar Rp1.600 triliun.
[Gambas:Video CNN]
Dana tersebut bisa dipinjam oleh negara yang mau membangun infrastruktur tapi tidak memiliki anggaran yang cukup. Beberapa negara sudah memanfaatkan pinjaman tersebut. Salah satunya Pakistan yang sudah menerima pendanaan senilai US$62 miliar.
Indonesia juga turut menikmati pembiayaan dari China untuk pembangunan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
(reuters/agt)