Terbukti, walau baru dimulai, proses pembebasan lahan tol dengan panjang 21,83 kilometer sudah berhasil dibebaskan. Total pembebasan lahan tersebut sudah mencapai 29,18 dari target.
"Progresnya menurut saya progresif dan terbilang cukup cepat. Pembangunannya baru dimulai sekitar toga bulan lalu, saat ini sudah bisa land clearing. Melihat lahan yang dibebaskan merupakan tanah warga saya kira progresnya sangat cepat sekali," kata Menteri Basuki seperti dikutip dari website Kementerian PUPR, Rabu (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Animo masyarakat untuk membantu pengadaan lahan sangat besar, sehingga proyek jalan tol ini dapat berjalan dengan baik dan kami harap di akhir tahun 2019ini pembangunan seksi 4 gate to gate bisa selesai," ujarnya.
Tol ini nantinya akan terbagi dalam enam seksi, yakni; Seksi 1 Padang Tiji-Seulimeum (25,2 km), Seksi 2 Seulimeum-Jantho (6,1 km), Seksi 3 Jantho-Indrapuri (16 km), Seksi 4 Indrapuri-Blang Bintang (14,7 km), Seksi 5 Blang Bintang-Kuto Baro (7,7 km), dan Seksi 6 Kuto Baro-Simpang Baitussalam (5 km).
Keberadaan tol diharapkan akan memangkas jarak dan waktu tempuh dari Banda Aceh ke Sigli dari yang awalnya sekitar 2-3 jam menjadi 1 jam perjalanan.
[Gambas:Video CNN] (agt)