Sebagian besar mata uang di Asia terlihat melemah di pagi hari ini. Dolar Singapura melemah 0,01 persen, baht Thailand menguat 0,02 persen, yen Jepang menguat 0,06 persen, sementara peso Filipina menguat 0,07 persen.
Hanya won Korea Selatan saja yang menguat sebesar 0,1 persen. Sementara, ringgit Malaysia tercatat tidak mengalami pergerakan terhadap dolar AS pada pagi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, mata uang negara maju lainnya juga mengalami pelemahan. Poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, euro melemah 0,05 persen, sedangkan dolar Australia melemah 0,01 persen.
Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan sejatinya pasar tengah menanti-nanti kelanjutan negosiasi perang dagang antara AS dan China setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan menunda pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping.
Lihat juga:Pekan Lalu, Harga Pangan Bervariasi |
Namun, Indonesia masih memiliki katalis positif yang terjadi pada Jumat (15/3) kemarin, setelah Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan yang surplus sebesar US$330 juta pada Februari.
Apalagi, dinamika perekonomian dan geopolitik pada akhir pekan ini cenderung tenang, sehingga masih ada potensi penguatan rupiah pada perdagangan hari ini.
"Jadi, untuk rupiah hari ini rentangnya ada di Rp14.190 per dolar AS hingga Rp14.300 per dolar AS," ungkap kepada CNNIndonesia.com, Senin (18/3).
[Gambas:Video CNN] (glh/bir)