"Anjloknya (kereta) biasanya terjadi karena penurunan dari rel, baik karena longsoran maupun terjadi penurunan di tanah," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Senin (18/3).
Jika penyebab kecelakaan terbukti dari penurunan tanah, Kemenhub akan meminta PT KAI selaku induk PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) untuk membuat perbaikan pengawasan terkait mekanisme inspeksi secara rutin. Budi mengungkapkan selain faktor kondisi tanah, kereta anjlok di Bogor kemungkinan juga bisa disebabkan oleh kelalaian masinis maupun masalah kecepatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal itu dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga. Bila perlu, keuntungan kereta api akan dikurangi atau pemerintah menambah subsidi.
Sebagai catatan, alokasi IMO tahun ini sebesar Rp1,1 triliun atau merosot 15,38 persen dibandingkan tahun lalu. Saat ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan investigasi terkait penyebab anjloknya kereta api. Rekomendasi hasil investigasi itu akan menjadi landasan untuk melakukan tindak lanjut yang lebih intensif.
"Kalau rekomendasi terkait kecepatan kami akan keluarkan regulasi terkait kecepatan. Kalau masinis, ada hal-hal tertentu yang harus diperbaiki oleh KAI," ujarnya.
(sfr/agt)