Jokowi Heran Aturan Penurunan Pajak Belum Juga Selesai

CNN Indonesia | Jumat, 22/03/2019 09:00 WIB
Jokowi Heran Aturan Penurunan Pajak Belum Juga Selesai Presiden Jokowi mengaku heran dengan Kementerian Keuangan dan Ditjen Pajak yang belum juga menyelesaikan aturan penurunan pajak bagi korporasi. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku heran aturan penurunan pajak bagi korporasi belum juga selesai. Padahal, penurunan pajak bisa memberikan daya saing pada produk-produk yang dihasilkan, baik produk yang dijual di dalam negeri maupun produk dengan orientasi ekspor.

Jokowi mengaku telah beberapa kali bertemu dan membahas penurunan pajak tersebut dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), termasuk Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).


"Saya enggak tahu hitungannya seperti apa. Tapi, yang jelas, dari Kementerian Keuangan dan Ditjen Pajak sampai saat ini belum masuk ke meja saya," ujarnya di depan para pengusaha yang tergabung dalam Pengusaha Pekerjaan Pro Jokowi (Kerjo) di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (21/3).

Ia mengklaim tidak ingin memberatkan beban pengusaha. Ia malah berkeinginan untuk mendorong pelaku usaha agar berinvestasi dengan modal yang dimilikinya.

Ia pun tak ingin mengejar wajib pajak yang tak berubah. "Jangan diterus-teruskan, sekarang ini kejar pembayar pajak yang dari dulu juga itu-itu saja. Saya dapat keluhan dari Jawa Timur dari jawa Tengah dari DKI dan dari luar Jawa. Saya tahu," katanya.


Calon presiden petahana itu menyatakan bahwa dirinya juga seorang pengusaha. Jokowi mengklaim pernah merasakan kesulitan yang dialami para pengusaha bila iklim berusaha kurang mendukung.

"Tapi, negara ini adalah sebuah kapal besar. Tidak mungkin semua dikerjakan pada saat yang sama. Diputuskan pada saat yang sama, mesti juga melalui proses, tahapan besar," tandasnya.

[Gambas:Video CNN]


(fra/bir)