Dorongan ia sampaikan saat rapat pertama Komite Pengarah Bersama untuk Pembangunan Koridor Ekonomi Komprehensif Regional Kerjasama Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah China, Kamis (21/3) kemarin.
Dorongan ia berikan terkait rencana eksekusi proyek yang sudah disepakati Indonesia dan China. Proyek yang sudah disepakati itu antara lain pengembangan Kawasan Ekonomi Sei Mankei, Bandara Kualanamu, energi bersih di Sungai Kayan, Kalimantan Utara, KEK Bitung dan Pulau Kura- kura di Bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam upaya menyejahterakan rakyat Indonesia ini, kami yakin bahwa penyediaan lapangan pekerjaan dan pendidikan adalah dua hal mendasar yang harus kami lakukan. Sehingga kami sangat mendorong investasi yang bersifat pembangunan industri dalam skala besar, mengingat kami harus menyediakan lapangan pekerjaan bagi puluhan juta generasi muda Indonesia," kata Luhut dalam pernyataan yang dikeluarkan Kamis (21/3) kemarin.
Di samping itu kata Luhut, industri di Morowali tersebut juga telah meningkatkan pertumbuhan ekonomi, baik di daerah mau pun secara nasional.
"Pengalaman IMIP di Morowali adalah sebuah contoh yang ingin kami replikasi di berbagai tempat di Indonesia, di mana entitas bisnis bekerja sama dengan entitas bisnis (B to B) dan pemerintah hanya memfasilitasi dan mengkoordinasikan kebijakan-kebijakan yang diperlukan," katanya.
Luhut mengatakan selain kerja sama yang sudah disepakati tersebut, ia menerima laporan bahwa sekarang ada entitas bisnis Tiongkok, antara lain Ningbo Port dan Power China, dengan didampingi oleh NDRC dan MOFCOM Provinsi Zhejiang yang menjajaki investasi di Indonesia.
Ia juga telah mendengar bahwa pihak China sudah menyiapkan rancangan Framework Agreement untuk bekerjasama di Kuala Tanjung, untuk tahap pertama.
"Harapan kami, pihak Tiongkok dapat mempertimbangkan untuk melanjutkan dengan tahap-tahap berikutnya," kata Luhut.
[Gambas:Video CNN] (agt/lav)