Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan memaksakan operasional Tol Layang Japek II saat pembangunan belum usai masih terlalu berisiko. Apalagi, jika jalan dilewati saat hujan turun.
Menurutnya, memang pembangunan jalan belum terlalu kuat. "Kalau hujan terus lewat situ kan seram ya, jadi ya mending keselamatan yang diutamakan. Saya tidak terlalu ngotot," ungkap Basuki, Jumat (22/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi lebih baik saat lebaran itu dirapikan, dibersihkan pada bagian bawahnya," jelas Basuki.
Proyek ini adalah bentuk kerja sama operasi (KSO) antara PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama PT Acset Indonusa Tbk yang menandatangani kontrak dengan PT Jasamarga Jalan layang Cikampek (JJC), selaku anak perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang menjadi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Waskita Karya merupakan pemegang saham mayoritas, yakni 51 persen dalam KSO ini. Sementara, Acset Indonusa menggenggam 49 persen saham di proyek ini. Nilai kontraknya sendiri sebesar Rp13,5 triliun.
[Gambas:Video CNN] (aud/agt)