"Masih pakai diskon dulu sekarang, diperpanjang diskonnya," kata Basuki di Gedung DPR, Senin (25/3).
Ia mengatakan diskon tarif Tol Trans Jawa berpeluang diperpanjang hingga periode mudik Lebaran 2019. Hal ini disebabkan pemerintah belum menentukan besaran tarif baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di samping BUJT nya macam-macam, waktu pembangunan juga beda-beda, sehingga investasinya beda-beda, dan hitungan tarif per kilometer (km) beda-beda. Ini yang masih dibicarakan antara BUJT," katanya.
Dia menyebutkan perpanjangan diskon tarif Tol Trans Jawa akan tergantung pada proses kajian tarif baru yang dilakukan oleh Jasa Marga dan Kementerian PUPR lewat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
Heru menjelaskan kajian tarif akan didasarkan pada kepadatan kendaraan (traffic) yang melintas di Tol Trans Jawa. Dalam mekanisme tarif yang baru, lanjutnya, pemerintah meminta adanya tarif tetap setelah kilometer tertentu.
"Dengan mekanisme tarif baru nanti kami bisa tetap bisa akomodir permintaan pemerintah, tetapi di sisi lain tidak menurunkan tingkat kelayakan investasinya," katanya kepada CNNIndonesia.com.
Diskon tarif sebesar 15 persen berlaku secara kluster. Rinciannya, kluster II meliputi Tol Palimanan-Kanci, Tol Kanci-Pejagan, Tol Pejagan-Pemalang, Tol Pemalang-Batang, dan Tol Batang-Semarang.
Lalu kluster III mencakup Tol Semarang-Solo, Tol Solo-Ngawi, Tol Ngawi-Kertosono, Tol Kertosono-Mojokerto, dan Tol Mojokerto-Surabaya. Selanjutnya, kluster IV yakni Tol Surabaya-Gempol Segmen Porong-Gempol, Tol Gempol-Pandaan, dan Tol dan Gempol-Pasuruan.