Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menempatkan rupiah di posisi Rp14.244 per dolar AS atau menguat dibanding kemarin yakni Rp14.255 per dolar AS. Adapun pada hari ini, rupiah diperdagangkan dalam rentang Rp14.223 hingga Rp14.246 per dolar AS.
Hari ini, pergerakan mata uang utama Asia terhadap dolar AS terbilang bervariasi. Ada yang melemah seperti ringgit Malaysia 0,12 persen dan yen Jepang yang melemah 0,15 persen. Sementara itu dolar Hong Kong tidak bergeming terhadap dolar AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Hampir Stagnan, IHSG Berakhir di Level 6.468 |
Sentimen positif hari ini berasal dari Bank Sentral Eropa yang kemungkinan masih akan menahan suku bunga rendah dalam jangka waktu lebih lama. Bahkan, Bank Sentral Eropa berencana memperkenalkan suku bunga deposito berjenjang, sehingga ini membuat investor meninggalkan euro.
Tak hanya itu, sentimen perang dagang AS dan China yang kian membaik memperlemah dolar AS. Kini, delegasi kedua negara tengah berada di Beijing untuk membicarakan pertemuan dua kepala negara yang sedianya akan berlangsung setelahnya.
Namun, rupiah juga mengalami tekanan karena ada arus modal keluar dari negara berkembang, seiring tingginya minat pada lelang obligasi AS.
Untuk obligasi pemerintah bertenor satu bulan, penawaran yang masuk adalah US$150,53 miliar dengan nominal yang dimenangkan sebesar US$50 miliar. Kemudian untuk tenor dua bulan, pemerintah AS mengambil US$35 miliar dari US$108,83 penawaran yang masuk.
"Derasnya aliran modal yang masuk di pasar obligasi menyebabkan dolar AS menguat. Selain itu, arus modal di pasar obligasi juga membuat yield bergerak turun," imbuh dia.
[Gambas:Video CNN] (glh/lav)