Dikutip dari setkab.go.id, pembangunan infrastruktur kawasan perbatasan, dan pulau-pulau kecil untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perbatasan dengan menciptakan embrio pusat pertumbuhan baru.
Sekadar mengingatkan, tahun lalu, Kementerian PUPR menyelesaikan pembangunan tujuh PLBN terpadu, yakni tiga di Kalimantan Barat (Entikong, Badau, dan Aruk), tiga lainnya di Nusa Tenggara Timur (Motaain, Motamassin, dan Wini), serta satu PLBN di Skouw, Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Empat PLBN yang akan dibangun, yakni Jagoi Babang di Kalimantan Barat, Sota di Merauke, dan dua di Sei Pancang Sebatik dan Long Midang, Kalimantan Utara," ujar Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H Sumadilaga, Minggu (31/3).
"Anggaran pembangunan 11 PLBN ini mencapai Rp1,7 triliun yang bersumber dari APBN Kementerian PUPR. Sementara, empat PLBN yang akan dibangun tahun ini sudah dalam tahap pelelangan dengan pagu anggaran total Rp780 miliar," imbuh Danis.
Ia melanjutkan pembangunan kawasan perbatasan oleh Kementerian PUPR tidak hanya khusus zona inti PLBN, seperti bangunan utama, klinik, jembatan timbang, dan pemindai truk. Melainkan juga, jalan paralel perbatasan, pengembangan infrastruktur pemukiman di kawasan perbatasan, seperti drainase, pengelolaan sampah, termasuk penyediaan air bersih.
"Dari tujuh PLBN yang sudah dibangun, kami evaluasi. Pembangunan ini tidak hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi yang terpenting sekali adalah fungsi pertahanan keamanan dan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Di Entikong, misalnya sudah jadi pusat kegiatan ekonomi," tandasnya.
[Gambas:Video CNN] (bir)