Hal tersebut diungkapkan Jonan saat peresmian jaringan gas Kota Palembang dan pipa transisi ruas Grissik-Pusri, Minggu (31/3).
Menurut dia, pemerintah tidak bisa serta merta mengurangi, apalagi menghapuskan impor LPG, meskipun Indonesia salah satu pemilik cadangan gas alam terbesar di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan (Sumsel), menjadi daerah dengan jaringan gas rumah tangga yang mencapai 6.018 SR atau 86 persen dari jumlah rumah tangga yang ada di daerah tersebut. Jonan berujar setiap tahun pemerintah mengeluarkan dana dari APBN untuk menambah jaringan gas rumah tangga di berbagai daerah sebagai upaya untuk menekan jumlah impor.
Namun sebagai ibukota provinsi, Jonan menyebutkan jumlah jargas di Palembang masih terlalu sedikit.
Menurutnya, jatah 6.000 sambungan dengan tiga kali jabatan Wali Kota pun tidak mampu memenuhi total pelanggan rumah tangga di Palembang sebesar 274 ribu. Jonan berharap ada alokasi dana tambahan.
Lihat juga:Jonan Ingin Pertamax Disubsidi pada 2020 |
"Sumsel banyak sumber gas besar, seperti Connoco Philips, Pertamina, dan yang paling baru namun belum eksploitasi itu Sakakemang. Dengan ini, kita dapat anggaran tambahan sehingga bisa mengalokasikan 100 ribu jargas untuk di Sumsel. Saya harap dengan terpenuhinya sambungan gas ini dapat menghemat penggunaan LPG. Kalau bisa bisa menghemat separuh lebih baik," ungkap dia. (idz/lav)