Garuda Indonesia Klaim Tarif Batas Bawah Tak Pengaruhi Harga

CNN Indonesia | Senin, 01/04/2019 14:10 WIB
Garuda Indonesia Klaim Tarif Batas Bawah Tak Pengaruhi Harga Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika Pratiwi).
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Garuda Indonesia (Persero) menyatakan penetapan aturan tarif batas bawah (TBB)  sebesar 35 persen dari tarif batas atas sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 20 Tahun 2019 tentang Formulasi Perhitungan Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri beberapa waktu lalu tidak mempengaruhi harga tiket penerbangan mereka .

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan ketiadaan pengaruh terjadi karena memang Garuda Indonesia tidak bermain di tarif batas bawah. "Enggak terpengaruh, enggak pernah jual di sekitar TBB juga, mungkin kalau LCC (penerbangan berbiaya murah)," kata Pikri seperti dikutip dari Antara, Senin (1/4).

Ia menuturkan maskapai dengan layanan lengkap (full service) seperti Garuda cenderung bermain di tarif batas atas (TBA). "Tapi, kami juga enggak pernah sampai mentok di batas atas, kami memenuhi aturan pemerintah sesuai koridor," katanya.


Dengan adanya peraturan tarif batas bawah yang baru, yakni 35 persen dari tarif batas atas untuk penerbangan domestik, Pikri menilai memberikan iklim bisnis transportasi yang sehat. Iklim sehat tidak hanya hanya untuk transportasi udara melainkan juga moda lain.


Lebih lanjut, ia menjelaskan apabila tiket penerbangan domestik terlampau murah, maka tidak tertutup kemungkinan akan mematikan moda transportasi lainnya. Maklum, ketika harga tiket pesawat terlalu murah, akan terjadi persaingan dengan moda lain.

"Contoh lima tahun lalu, naik pesawat dari Tanjung Karang (Lampung)-Jakarta itu Rp180.000, sementara bus Rp250.000, orang lebih memilih naik pesawat, bus lama-lama mati, kalau mati lapangan pekerjaan berkurang karena hanya terfokus pada maskapai," katanya.

Selain itu, lanjut dia, apabila maskapai berlomba-lomba untuk memasang tarif semurah-murahnya, maka akan terjadi perang harga. Peraturan terkait tarif ini, menurut Pikri juga sangat berimbas ke sektor lainnya, seperti pariwisata dan usaha kecil mikro dan menengah (UMKM).

[Gambas:Video CNN]

"Kalau pun 'peak atau low season, maskapai enggak boleh semena-mena pasang harga setinggi-tingginya atau serendah-rendahnya, meskipun tiket itu sangat diperlukan. ini juga berimbas ke pariwisata, perhotelan dan UMKM, seperti pusat oleh-oleh. Kalau enggak ada penumpang pesawat, pariwisata juga akan berkurang, oleh-oleh juga enggak ada yang beli," katanya.

Namun, Pikri mengatakan saat ini pihaknya membuka potongan harga hingga 50 persen ke semua rute dalam rangka online travel  hingga 13 Mei 2019. Adapun, tambah dia, tiket promo tersebut sangat terbatas, karena itu diperlukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kebijakan tersebut.

"Kami sudah menerapkan harga coret di online travel agent, jadi pembeli tahu harga aslinya dan sisa kuota tiket promo dan masyarakat perlu tahu kalau tiket promo ini terbatas dan cepat sekali dibeli, bukannya kami tidak memberikan promo," katanya.

(Antara/agt)