Mengutip Reuters, Kamis (4/4), euro menguat 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi US$1,1246. Euro sempat jatuh ke level terendahnya dalam tiga pekan terakhir pada Minggu dan Selasa kemarin, yakni di posisi US$1,1177.
Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan pembicaraan perdagangan antara AS dan China memberi kemajuan. China, menurutnya, telah memahami duduk perkara yang kerap diributkan AS selama bertahun-tahun, yaitu pencurian hak kekayaan intelektual dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Poundsterling bertengger di posisi US$1,3180 atau naik 0,2 persen ketika pengumuman itu dikumandangkan. "Data ekonomi China yang membaik dan kemajuan pembicaraan perdagangan AS-China berada di balik sentimen ini," ujar Kyosuke Suzuki, Direktur Valas Societe Generale.
Di sisi lain, data ekonomi AS jatuh jauh dari ekspektasi pasar. Hal ini menghambat laju dolar AS. Diketahui bahwa aktivitas sektor jasa AS mencapai level terendahnya lebih dari 19 bulan terakhir dan gaji swasta tumbuh lebih lambat. Hal ini tak mendukung langkah The Fed, bank sentral AS, yang telah menunda kenaikan suku bunga acuan tahun ini.
Tak cuma itu, AS juga mencatat optimisme terhadap ekonominya semakin memudar, termasuk terhadap penjualan ritel kendaraan bermotor dan manufaktur. Investor pun disebut-sebut mulai khawatir dengan perlambatan tajam dalam pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal pertama ini.
[Gambas:Video CNN] (reuters/bir)