Produksi Minyak Blok Cepu Sekarang Jadi Andalan RI

CNN Indonesia | Kamis, 04/04/2019 19:22 WIB
Produksi Minyak Blok Cepu Sekarang Jadi Andalan RI Ilustrasi blok migas. (www.skkmigas.go.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat produksi siap jual (lifting) minyak yang dioperasikan oleh Exxon Mobil Indonesia ini mencapai 220 ribu barel per hari (bph). Lifting tersebut setara dengan 29,53 persen dari realisasi pada periode yang sama, 745 ribu bph, dan meningkat 5 persen dari rata-rata tahun lalu yang mencapai 209 ribu bph.

Dengan realisasi tersebut, rata-rata lifting minyak Blok Cepu melampaui Blok Rokan, Riau yang selama ini menjadi andalan Indonesia. Pada Januari - Maret 2019, rata-rata produksi Blok Rokan hanya sebesar 197 ribu bph atau turun 6 persen dari rata-rata tahun lalu yang ada di kisaran 209,47 ribu bph.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan produksi Blok Cepu wajar bisa menyalip Blok Rokan. Pasalnya, tren produksi Blok Cepu tengah menanjak karena masuk kategori sumur baru.


ExxonMobil menemukan lapangan Banyu Urip, salah satu lapangan di Blok Cepu, dengan cadangan mencapai 450 juta barel. Lapangan ini mulai berproduksi pada 2008 dengan kapasitas 20 ribu barel per hari (bph) di 2009, dan terus naik sampai sekarang.


Pada awal Desember 2018, cadangan Blok Cepu meningkat setelah operator melakukan pembaruan data seismik reprocessing guna meningkatkan gambaran di bawah permukaan tanah. Cadangan Lapangan Banyu Urip menanjak dari 729 juta barel menjadi 823 juta barel.

Sementara, produksi Blok Rokan telah berada pada fase melandai secara alami. Karenanya, perlu upaya ekstra untuk menahan laju penurunan produksinya.

Beberapa tahun lalu, produksi Blok Rokan bisa menyentuh 700 ribu hingga 1 juta bph. "Cadangan (Blok Cepu) masih besar sehingga hanya dilubangi sudah nyembur. Kalau Blok Rokan perlu dihisap-hisap dulu," ujar Dwi di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (4/4).

Kendati demikian, Tjip menilai wilayah Blok Rokan masih potensial, terutama di area yang belum dijamah. Untuk itu, SKK Migas terus berdiskusi dengan PT Pertamina selaku operator yang akan memegang operasional Blok Rokan setelah masa kontrak Chevron Pasifik Indonesia pada 2021 mendatang habis.

[Gambas:Video CNN]

"Kayak kemarin di Blok Saka Kemang tahu-tahu ada temuan. Nah ini kami harapkan demikian juga," ujarnya.

Sebagai informasi, pencapaian lifting migas selama tiga bulan pertama 2019 sebesar 1,814 juta barel setara minyak per hari (boepd) atau 94,6 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang dipatok 2,205 juta boepd.

Jika dirinci, realisasi lifting minyak dan kondensat sebesar 745 ribu barel per hari (bph) atau setara dengan 94,6 persen dari target APBN 2019, 775 ribu bph. Sementara, realisasi lifting gas bumi tercatat 1,069 juta boepd. Realisasi tersebut hanya 93,8 persen dari target APBN 2019 yang ditargetkan mencapai 1,25 juta boepd.

(sfr/agt)