Ia mengatakan kebocoran anggaran itu kini mencapai Rp2.000 triliun setiap tahun. Prabowo mengatakan KPK juga sudah mengakui kebocoran anggaran tersebut.
"Dua hari lalu KPK membuat pernyataan bahwa yang keluar ke luar negeri dan bocor bukan Rp1.000 triliun melainkan Rp2.000 triliun," kata Prabowo kepada pendukungnya.
Hal itu pun langsung mengundang sorak sorai dari pendukungnya. Bahkan ada yang meneriakkan kata "punah-punah" di tengah orasi mantan Danjen Kopassus itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo melanjutkan uang yang bocor itu tidaklah sedikit. Ia mengatakan jika dalam satu tahun anggaran bocor sebesar Rp2.000 triluun, maka dalam lima tahun ini Indonesia kehilangan Rp10 ribu triliun.
"Kalau satu tahun Rp2.000 triliun lima tahun Rp10 ribu triliun. Bayangkan dengan itu kita bisa bikin negara macam apa," katanya.
"Perhitungan Litbang KPK, harusnya bisa terima Rp 4.000 triliun, tapi kenyataannya APBN kita Rp 2.000 triliun sekian, jadi hampir separuh, lebih mungkin. Kalau kita maksimal dan benar tidak ada kebocoran maka Rp 4000 triliun bisa dicapai," ujar Basaria di Jawa Tengah, Rabu (1/4) lalu.
Prabowo memang kerap kali melemparkan isu soal kebocoran APBN ini dalam kampanye dan orasi politiknya. Namun, ia enggan memberi bukti kebocoran yang ia maksud.
Ia meminta masyarakat yang mempertanyakan ucapannya untuk meminta penjelasan ke pemerintah. (sah/agt)