Pagi hari ini, sebagian mata uang utama Asia melemah terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,1 persen, ringgit Malaysia melemah 0,09 persen, baht Thailand melemah 0,04 persen, dolar Singapura melemah 0,03 persen, yen Jepang melemah 0,02 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,01 persen.
Di sisi lain, terdapat mata uang yang menguat terhadap dolar AS seperti dolar Hong Kong sebesar 0,04 persen. Sementara itu, mata uang negara maju mengalami pelemahan seperti dolar Australia sebesar 0,08 persen, euro sebesar 0,05 persen, dan poundsterling Inggris sebesar 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satunya dari harga minyak. "Harga minyak yang mencapai titik tertinggi dalam lima bulan terakhir menjadi sentimen negatif bagi rupiah mengingat Indonesia adalah importir minyak," katanya kepada CNNIndonesia, Rabu (10/4).
IMF kemarin memangkas prediksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,5 persen ke 3,3 persen. Pemangkasan proyeksi tersebut akan membuat pelaku pasar ketar-ketir untuk menanamkan dananya di aset berisiko, termasuk rupiah.
Akhirnya, mereka melarikan uang mereka ke dolar AS sebagai aset aman. "Untuk hari ini, rupiah ditransaksikan di level Rp14.115 hingga Rp14.180 per dolar AS," ujar Ibrahim
[Gambas:Video CNN] (glh/agt/agt)