Dalam laporan World Economic Outlook (WEO) 2019 yang diterbitkan 9 April 2019 disebutkan, IMF memandang ekonomi dunia menghadapi risiko-risiko penurunan karena ketidakpastian potensial. Hal itu terutama terkait ketegangan perdagangan global yang sedang berlangsung, serta faktor-faktor spesifik negara dan sektor lain.
Kepala ekonom IMF Gita Gopinath menulis dalam sebuah unggahan di blog bahwa proyeksi perlambatan pada 2019 telah semakin meluas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hilangnya momentum pertumbuhan, kata Gopinath, berasal dari paruh kedua tahun 2018, ketika ekonomi dunia dilanda ekspansi global yang melemah secara signifikan. Laporan WEO mengatakan pertumbuhan global tetap kuat di 3,8 persen pada paruh pertama 2018, tetapi turun menjadi 3,2 persen pada semester kedua.
Dalam laporan tersebut disebutkan, IMF menurunkan perkiraan pertumbuhan global untuk 2019 menjadi 3,3 persen, turun 0,2 persen dari estimasi Januari 2019
Proyeksi itu juga lebih rendah di bawah angka 2018 sebanyak 0,3 persen. Dalam skala regional, proyeksi laju pertumbuhan negara-negara maju adalah 1,8 persen pada 2019 dan 1,7 persen tahun depan. Keduanya di bawah tingkat proyeksi dua tahun terakhir yang tercatat di atas level 2 persen.
Lembaga moneter independen itu juga memperkirakan laju ekonomi di negara berkembang pada 2019 hanya 4,4 persen atau menyusut 0,1 persen dari pada 2018.
[Gambas:Video CNN] (lav/lav)