Hal itu diungkapkan dari risalah hasil pertemuan kebijakan para anggota The Fed pada 19-20 Maret seperti dikutip dari Antara, Kamis (11/4).
Pada pertemuan tersebut, bank sentral AS tiba-tiba bergeser ke posisi yang kurang agresif. Hal itu ditunjukkan oleh sikap para anggota bank sentral yang setuju untuk 'bersabar' dalam mengambil kebijakan apapun terhadap suku bunga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada dasarnya, pendapat para anggota The Fed terbagi dalam menentukan kebijakan bunga acuan tahun ini. Sikap para anggota terbelah antara optimisme dan kehati-hatian dalam menentukan kebijakan suku bunga acuan.
Para anggota bank sentral AS juga memperdebatkan kemungkinan langkah kebijakan yang dapat dilakukan The Fed, setelah mengakhiri program pengurangan neraca transaksi berjalan pada September 2018. Hal itu dilakukan dengan upaya membeli surat utang negara AS.
Reaksi pasar keuangan terhadap rilis risalah pertemuan kebijakan Maret itu sedikit meredup. Saham-saham AS bergerak tipis, sementara imbal hasil (yield) surat utang negara bergerak naik dari level terendah.
[Gambas:Video CNN] (lav/agt)