Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Kamis (11/4), bank swasta terbesar di Tanah Air itu resmi membagi dividen sebesar Rp340 per lembar saham kepada para pemegang saham. Dividen tersebut merupakan pembayaran bagi hasil kepada pemegang saham atas kinerja perusahaan sepanjang tahun lalu.
Pada 2018, BCA berhasil meraup laba bersih sebesar Rp25,9 triliun pada tahun lalu. Jumlah laba tersebut meningkat sekitar 10,9 persen dari 2017. Dari jumlah laba bersih itu, sekitar 32,4 persen atau Rp8,39 triliun dibagikan sebagai dividen. Porsi dividen yang dibagikan meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 27 persen terhadap laba bersih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dividen itu sudah termasuk dividen interim sebesar Rp85 per saham yang telah dibayarkan oleh perseroan pada tanggal 21 Desember 2018. Sisanya, Rp255 per saham dibayarkan pada Mei 2019," ujar Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja usai RUPST di Ballroom Hotel Kempinski, Kamis (11/4).
Selain karena pendapatan bunga, terdapat pula pendapatan operasional sebesar Rp 17,7 triliun. Pendapatan dari masing-masing saluran kemudian dikurangi dengan beban operasional.
Berdasarkan catatan Majalah Forbes 2019, kekayaan Robert Budi Hartono telah mencapai US$18,6 miliar. Sementara Micahel Bambang Hartono mengantongi kekayaan sebesar US$18,5 miliar. Kekayaan keduanya berasal dari kepemilikan saham di BCA dan Djarum Group.
Keduanya merupakan orang terkaya di Tanah Air. Diikuti Sri Prakash Lohia dengan kekayaan mencapai US$7,3 miliar, Tahir US$4,5 miliar, Chairul Tanjung US$3,7 miliar, Prajogo Pangestu US$3,5 miliar, Low Tuck Kwong US$2,4 miliar, Mochtar Riady US$2,3 miliar, Theodore Rachmat US$1,7 miliar, dan Martua Sitorus US$1,7 miliar.
[Gambas:Video CNN] (uli/lav)