Peningkatan dilakukan sebagai antisipasi atas penurunan pasokan minyak dari Venezuela dan Iran. Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun US$ 1,03 menjadi US$ 63,58 per barel.
Sementara itu minyak jenis Brent ditutup turun 90 sen menjadi US$70,83 per barel. "Sekarang beredar kabar bahwa OPEC mungkin akan mengejutkan kita dan mengerek produksinya lebih dulu jika kita mengalami lonjakan harga," kata analis di Price Futures Group Phil Flynn.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya Venezuela, penurunan pasokan minyak Iran juga jatuh. Kejatuhan pasokan lagi-lagi juga disebabkan oleh sanksi AS terhadap Iran.
Sentimen tersebut menimbulkan kekhawatiran pasar. Maklum, di tengah sentimen tersebut, persediaan minyak mentah di AS memang tengah melonjak 7 juta barel menjadi 456,6 juta barel pada pekan lalu.
[Gambas:Video CNN]
Data Administrasi Informasi Energi menyatakan pasokan minyak tersebut merupakan yang tertinggi dalam 17 bulan terakhir. Bukan hanya persediaan, produksi minyak Negeri Paman Sam tersebut juga masih tetap mencapai 12,2 juta barel per hari.
Produksi tersebut merupakan rekor dan tetap menjadikan AS sebagai produsen minyak terbesar dunia di atas Rusia dan Arab Saudi.
"Produksi yang melonjak tersebut telah menekan harga dan memberikan lebih banyak tekanan pada minyak mentah AS," kata Bob Yawger, Direktur Energi Berjangka Mizuho Bob Yawger.