Hal ini ia lontarkan tatkala Prabowo dan Sandi mengkritik beberapa kebijakan yang pernah dikeluarkan Jokowi selama memerintah.
Kritik salah satunya berkaitan dengan tarif listrik, impor dan harga kebutuhan pokok yang tinggi. Kritik juga disampaikan terkait defisit neraca perdagangan yang tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jokowi mengatakan kebijakan ekonomi tidak boleh hanya didasarkan pada keluhan satu atau dua orang saja. Kebijakan harus dilakukan dengan melihat aspek makro.
"Makroekonomi itu harus melihat sisi penawaran dan permintaan secara agregat. Tidak bisa seperti yang disampaikan (Pak Sandiaga), ibu ini, ibu itu. Tidak bisa kebijakan empat orang dijadikan patokan kebijakan. Ini ekonomi negara, sangat berbeda dengan ekonomi mikro," katanya Sabtu (13/4).
Sandi mengatakan banyak suara yang ia terima dari masyarakat yang mengeluhkan harga barang kebutuhan pokok dan tarif listrik saat ini mahal.
"Secara agregat ini disampaikan oleh mereka, ibu-ibu mengeluh harga bahan pokok mahal, ini fakta. Di atas kertas angkanya baik-baik saja, tapi ini tidak yang saya temui. Masyarakat inginkan perubahan pengelolaan ekonomi," jelas dia.