Menurut sumber yang tahu persis dengan jalannya perundingan, AS tidak lagi ngotot meminta China mengurangi subsidi industri mereka. Sikap tersebut diambil karena China menentang keras permintaan AS tersebut.
"Bukannya tidak akan dibahas ya, tapi itu (masalah subsidi) tidak akan dibahas secara sangat rinci atau spesifik," kata satu sumber yang akrab dengan pembicaraan yang mengacu pada masalah subsidi seperti dikutip dari Reuters, Senin (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perang dagang dikobarkan Presiden AS Donald Trump karena ia merasa China telah melakukan banyak kecurangan dagang dengan negaranya. Kecurangan dagang tersebut telah membuat neraca dagang AS dengan China mengalami defisit besar.
Selain tuntutan tersebut, Trump juga meminta China mengakhiri transfer teknologi secara paksa atas perusahaan AS di China, meningkatkan perlindungan kekayaan intelektual dan memperluas akses barang AS di China.
[Gambas:Video CNN]
Sumber tersebut mengatakan masalah subsidi industri memang sangat sulit dipenuhi China. Beijing memberikan subsidi dan keringanan pajak kepada perusahaan milik negara dan sektor-sektor yang dipandang strategis untuk pembangunan jangka panjang.
Sementara itu pejabat Kantor Perwakilan Dagang AS yang dimintai komentarnya atas perubahan sikap tersebut menolak untuk menanggapi informasi tersebut.
"Jika negosiator AS mendefinisikan kesuksesan sebagai mengubah cara ekonomi China beroperasi, itu tidak akan pernah terjadi," kata sumber lain dengan pengetahuan tentang pembicaraan perdagangan.