Keyakinan kata Ketua DPP Hippindo Fetty Kwartati didasarkan pada pertumbuhan sektor ritel tahun ini. Ia menyatakan kondisi ritel sejak tahun lalu membaik.
"Hippindo melihat pencapaian pertumbuhan penjualan itu, siapa pun presidennya kami yakini mampu meneruskan perkembangan pertumbuhan ekonomi," katanya di Jakarta, Senin (15/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, kondisi makro ekonomi saat ini masih mendukung perkembangan sektor ritel. "Tahun ini sektor ritel target rata-rata pertumbuhannya 10 persen," tuturnya.
"Tak ada masalah siapa pun mau kepilih yang penting kondusif, aman," ujarnya.
Ia menyatakan target pertumbuhan sektor ritel tahun ini sebesar 10 persen atau naik tipis dari pertumbuhan sektor ritel tahun lalu yang sebesar 9 persen. Hingga kuartal I 2019, ia menyebut pertumbuhan ritel masih di bawah 10 persen.
Lebih lanjut, musim Lebaran 2019 diyakini bisa mendongkrak penjualan sektor ritel.
"Kalau baju kontribusi minimum di bulan pada kuartal yang ada Lebaran, itu harus minimum bisa menyumbang 30-35 persen dari total sales (penjualan) setahun. Kalau food (makanan) ia tumbuh 5-10 persen lebih dari cukup karena makanan tiap bulan hampir konstan pertumbuhannya," imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman meyakini jika penyelenggaraan Pilpres 2019 akan berlangsung aman. Keyakinan didasarkannya pada pelaksanaan kampanye selama tujuh bulan terakhir yang cenderung berlangsung kondusif.
"Saya tidak khawatir karena begitu terpilih presiden, mau 1 atau 2 pasti akan merangkul semua pihak," katanya.
Adhi meyakini libur panjang perayaan Paskah yang jatuh pada tanggal 19 April 2018 atau usai Pilpres mampu menggenjot konsumsi masyarakat. Dengan demikian, memberikan angin segar bagi sektor makanan dan minuman.
"Menjelang puasa juga kami sudah siapkan. Kalau puasa dan Lebaran rata-rata naik 30 persen di atas rata-rata penjualan bulanan," tuturnya.
[Gambas:Video CNN]
(ulf/agt)