Dengan demikian, sisa pasokan bawang putih impor diperkirakan hanya mampu mencukupi konsumsi selama tiga bulan.
"Pasokannya berkurang, karena semakin ke sini semakin berkurang. Tahun 2018 sudah dikeluarkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH), persetujuan impornya. Sekarang kami tunggu habis dulu," kata Direktur Jenderal Perdagangan dalam Negeri Kemendag Tjahya Widayanti di Pasar Kramat Jati, Kamis (18/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan minimnya pasokan bawang putih, membuat harganya melonjak tinggi. Oleh sebab itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meminta para importir untuk mengeluarkan stok bawang putih di gudangnya lewat operasi pasar (OP).
"Masing-masing importir tipis sekali, masih kami monitor terus berapa," katanya.
Dengan kesanggupan importir untuk menggelontorkan bawang putih ke pasar, ia meyakinkan bahwa pasokan bawang putih akan aman hingga Lebaran 2019.
Dalam kesempatan yang sama, Manajer PT Mahkota Abadi Prima Jaya Farid, selaku importir bawang putih mengakui pihaknya masih memiliki ketersediaan kurang lebih 100 ton bawang putih. Hari ini, pihaknya telah menggelontorkan 8 ton bawang putih untuk operasi pasar di Pasar Induk Kramat Jati.
Ia menyatakan importir masih menginginkan adanya izin impor bawang putih dari pemerintah. Pasalnya, pasokan bawang putih yang mereka miliki menipis. Terakhir, pemerintah memberikan izin impor bawang putih sebanyak 130 ribu ton pada akhir 2018.
"Kalau kami sendiri sih ya intinya berharap, tapi semua ini melalui mekanisme," katanya. (ulf/agi)