Bantahan mereka berikan terkait tudingan banyak negara barat, salah satunya AS yang memandang program tersebut sebagai sarana China menjebak negara miskin dengan.
Anggota Dewan Negara Tiongkok Wang Yi mengatakan kepada wartawan bahwa Program Belt and Road justru digagas untuk memberikan manfaat kepada negara yang berpartisipasi. Program tersebut ia klaim telah membawa manfaat nyata bagi negara-negara yang berpartisipasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program Belt and Road merupakan gagasan Presiden China Xi Jinping. Program dijalankan untuk menghidupkan kembali Jalan Sutera lama yang menghubungkan Cina dengan Asia, Eropa dan sekitarnya.
Selain itu, program dijalankan untuk menjebak negara miskin yang mengikuti program tersebut dengan jeratan utang. Atas kritik tersebut, AS kata juru bicara Departemen Luar Negeri mereka awal bulan ini menyatakan tidak akan mengirimkan pejabat tingkat tinggi mereka untuk hadir dalam KTT Belt and Road pekan depan.
Padahal, rencananya KTT akan dihadiri 37 negara. AS menyatakan hanya akan mengirimkan perwakilan tingkat rendah mereka di KTT tersebut.
Meskipun demikian, Wang mengatakan akan ada orang Amerika di KTT tersebut yang terdiri dari para diplomat, pejabat tingkat negara bagian, eksekutif dan akademisi. Namun ia tidak memberikan perincian.
"Kami menyambut negara mana saja yang tertarik untuk mengambil bagian. Ketika Amerika Serikat berpartisipasi, atau apakah itu berpartisipasi, terserah mereka untuk memutuskan," tambahnya.
[Gambas:Video CNN]
(reuters/agt)