"Setelah rapat (koordinasi) baru ada satu rekomendasi final kan ada beberapa moda dan pihak terkait," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai membuka Rapat Koordinasi (rakor) Kesiapan Angkutan Lebaran 2019 di Gedung Cipta Kemenhub, Senin (22/4).
Rakor Kesiapan Angkutan Lebaran 2019 dihadiri oleh perwakilan dari Kemenhub, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kepolisian, dan asosiasi angkutan. Rapat ini merupakan rapat koordinasi awal sebagai pijakan rapat khusus dengan masing-masing sektor terkait yang akan dijadwalkan berikutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat akan mudik paling banyak pada pukul 6 hingga 8 pagi," ujarnya.
Kemudian, mobil pribadi mengekor dengan porsi 28,9 persen atau 4,3 juta orang dengan menggunakan 1 juta unit mobil pribadi. Sekitar 1,72 juta atau 40 persen di antaranya akan melalui Jalur Tol Trans Jawa.
Sisanya akan tersebar di Jalur Pantai Utara (27,3 persen), Lintas Selatan (8,5 persen), Lintas Selatan-Selatan (3,4 persen), Jalan Alternatif (12 persen), dan Trans Sumatra (8,8 persen).
Selanjutnya, kereta api 16,7 persen atau 2,49 juta orang, pesawat 9,5 persen atau 1,41 juta orang, dan sepeda motor 6,3 persen 986, 78 ribu orang.
Pemudik yang menggunakan sepeda motor diperkirakan mayoritas akan melalui jalan alternatif dengan porsi 56,9 persen atau 561,37 ribu orang. Kemudian jalan pantai utara (Pantura) menjadi jalur terbanyak kedua sebanyak 314,68 ribu orang (31,9 persen), lintas selatan 69,93 ribu orang (7,1 persen), dan lintas selatan-selatan 40,79 ribu orang (4,1 persen).
Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada Minggu, 9 Juni 2019 atau H+3 lebaran. Pada puncak arus balik, sekitar 22,4 persen dari pemudik akan kembali kenkota tinggalnya.
"Pada hari Senin (10/6) arus balik juga diperkirakan masih tinggi," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Sebagai informasi, perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah diperkirakan akan berlangsung pada 4 - 5 Juni 2019. (sfr/lav)