"Tidak benar itu. Kurang kerjaan itu," tegas dia, Senin (22/4).
Film dokumenter yang diunggah lewat channel WatchDoc pada Sabtu (13/4) lalu itu menceritakan beberapa penggalian tambang batu bara di Kalimantan, Sulawesi, Sumatra. Nama Luhut ikut terseret karena menjadi salah satu pemegang saham perusahaan batu bara, PT Toba Bara Tbk (TOBA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya, udara yang tercemar, kurangnya air bersih, tidak ditutupnya sisa galian tambang, dan mengambil lahan kerja transmigran yang sebagian besar bertani.
Contoh lainnya, salah satu warga yang tinggal dekat dengan pembangunan PLTU diceritakan terkena kanker hingga meninggal karena menghisap udara dari pembangkit itu. Warga itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Dharmais, Jakarta.
Lihat juga:IHSG Meradang ke Level 6.414 |
Selain itu, lahan warga yang digunakan untuk bertani juga diambil paksa. Padahal, belum ada perjanjian penjualan lahan sawah antara warga dan pengusaha.
Secara keseluruhan, penambangan batu bara terjadi untuk memenuhi kebutuhan listrik di berbagai wilayah di Indonesia. Luhut bukan satu-satunya pejabat yang disebut dalam film tersebut, tapi juga ada Presiden Joko Widodo (Jokowi), termasuk Cawapres nomor urut 2 Sandiaga Uno.
[Gambas:Video CNN] (aud/bir)