Ia menjabarkan tarif listrik untuk daya 1.300 VA dikenakan Rp1.467 per kWh. Sementara, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memberikan diskon 30 persen untuk penggunaan pukul 22.00-06.00 WIB.
"Dengan diskon 30 persen, bayarnya jadi Rp1.000 per kWh, jadi lumayan kan," tutur dia, Senin (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bisa isi ulangnya fast charging (fasilitasnya). Kalau isi ulang sampai enam jam, kan macam-macam merek beragam," imbuh Jonan.
"Investasi Rp40 miliar untuk pengadaan 30 unit taksi listrik," kata Andrianto.
Dana itu mencakup taksi dan infrastruktur pendukung, seperti mesin pengisian energi di kantor. Untuk perawatannya sendiri, Andrianto belum bisa membeberkan berapa nominal yang harus dikeluarkan per bulannya.
"Perawatan dan operasional belum tahu," jelasnya.
Dalam tahap awal ini, operasional taksi listrik akan dimulai secara komersial pada Mei 2019 mendatang. Tahun depan, Blue Bird berencana menambah taksi listrik menjadi 200 unit. (aud/bir)